Kamis, 06 Oktober 2016

Perekonomian di Zaman Jokowi-Jk

Perekonomian di era Jokowi-Jk menjadi bahan pembicaraan di sosial media. Beberapa media masa memberitakan perkembangan perekonomian di era Jokowi-Jk, banyak isu isu yang terkait di dalam masa pemerintahannya. Bukan hanya media masa yang menilai, tapi dari publik maupun kita sendiri bisa menilai apa saja yang terjadi di era perekonomian pada era ini. Banyak yang menilai bahwa perekonomian di zaman Jokowi-Jk menurun di banding tahun-tahun sebelumnya.
Banyak yang menyinggung menurunnya perekonomian di era Jokowi-Jk. Ini berkaitan dengan isu-isu utama lainnya seperti kondisi politik nasional, penegakan hukum, keamanan nasional dan pemberantasan korupsi. Mayoritas masyarakat pun beranggapan kondisi ekonomi lebih buruk lantaran mahalnya harga kebutuhan pokok dan banyaknya pengangguran di berbagai daerah, seperti yang kita ketahui sekarang ini. Hal ini juga bisa dilihat dari melemahnya nilai rupiah. Masyarakat pun menilai bahwa pemerintah kurang serius dalam mengatasi turunnya nilai rupiah ini.
Turunnya penilaian masyarakat terhadap perekonomian di era ini dikarenakan kebijakan Presiden Jokowi di bidang ekonomi. Setelah di  lantik, Jokowi memutuskan untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, masyarakat harus membeli BBM lebih mahal. Kemudian, harga sembako juga lebih mahal, dan harga transportasi pun ikut naik. Kondisi ini dinilai buruk karena masyarakat akan kesulitan dalam memperoleh lapangan pekerjaan. Karena jika masalah ekonomi, nantinya masyarakat akan merasakan sendiri dampak dari keputusan yang di ambil oleh pemerintah.
Fakta lain terkait masalah ini yaitu melambatnya pertumbuhan ekonomi, nilai ekspor yang menurun, impor yang naik, dan nilai tukar petani ikut anjlok. Devisa negara menjadi tertekan akibat peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Pemerintahan Jokowi-Jk pun mengambil langkah dengan menaikkan harga BBM, harga listrik, dan harga kebutuhan pokok.
Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengembangkan suatu sistem ekonomi yang sifatnya kerakyatan namun tetap berdasarkan pada sistem pasar. Sehingga persaingan antarpelaku usaha tetap berjalan secara adil dan sehat tanpa saling merugikan. Peran Jokowi-Jk harus semakin dioptimalkan terutama dalam bidang yang berkaitan dengan layanan public, regulasi, intensif, subsidi, dan lain sebagainya. Semua ini harus dilaksanakan dengan baik dan terbuka.

Usaha maupun upaya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia yang lain dengan penempatan tenaga kerja atau pegawai yang sesuai dengan bidang dan keterampilan masing-masing. Demikian dengan perlindungan dan pembelaan terhadap hak-hak mereka harus menjadi perhatian tersendiri. Dan, kita sebagai masyarakat juga harus ikut peduli dengan perkembangan perekonomian di Indonesia ini. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar